Kali Lo Banyuwangi tujuan Wisata Baru

kali lo

Kabupaten Banyuwangi terus berbenah dan meningkatkan tempat atau tujuan wisata baru. Yang paling baru menciptakan wisata baru di jembatan Kali Lo yang legendaris buat warga Banyuwangi.

 

Jembatan yang terletak di desa Singonegaran, dirombak dengan diberi logo Kali Lo Banyuwangi. Dibuka dengan Festival Singonegaran, dimerihakan oleh Gandrung Banyuwangi sebagai ciri khas tarian Banyuwangi alias Osing. Juga ada Jaranan. Warga Banyuwangi tumpah ruah menyaksikan eforia tersebut.

 

Beberapa hari kemudian, khususnya remaja, ramai-ramai mendatangi jembatan Kali Lo untuk berselfie ria. Karena disekitar jembatan rumah warga dicat warna-warni, sehingga menarik untuk dijadikan selfie. Sasti,  remaja asal Surabaya yang kebetulan ke Banyuwangi tertarik dengan ramainya remaja disitu, dan ikut berselfie ria.

 

:”Ya, bagus. Di sisi jembatan ada tulisan raksasa bertuliskan Kali Lo Banyuwangi. Latar belakangnya rumah penduduk dicat warna-warni, sehingga menarik kalau masuk ke frame,” ujar Sasti.

 

Menurut  budayawan Banyuwangi, Hasnan Singodimayan, keberadaan Kali Lo tak bisa dilepaskan dari warga Banyuwangi. Sungai itu dulu jadi tempat mata pencarian orang Banyuwangi. Kini seiring dengan perkembangan kota Banyuwangi, Kali Lo terus diupayakan menjadi bagian penting warga Banyuwangi.

 

“Apalagi kini sungainya bersih, mengalir deras, menjadi tujuan  wisata yang menarik. Buktinya kini menjadi magnet anak-anak muda,” kata seniman gaek itu.

 

Kini di sekitar jembatan menjamur orang berjualan, kue dan makanan khas Banyuwangi. Dan orang yang jualan disitu sebelum jembatan ramai seperti ini, akan semakin ramai. Apalagti wifi sangat hidup, sehingga membuat anak-anak muda tertarik. Banyuwangi juga disebut ‘kota 1000 wifi’.

 

Kali Lo menjadi salah satu tujuan wisata dalam kota. Sebelumnya ada boom (pantai Selat Bali), Tapi tak jauh dari kota, ada Ketapang, Watu Dodol, Museum Banyuwangi dan lain sebagainya. Di luar kota Banyuwangi bertaburan tujuan wisata, Misalnya, Red Island, Grajagan, Plengkung, semua tak hanya menarik wisatawan lokal, tapi mancanegara.

 

Bahkan setiap tahun sekali, ada ‘Gandrung Sewu’ yang digelar di Selat Bali, tarian yang melibatkan seribu gandrung, disana banyak wisatawan asing yang datang menyaksdikan event tersebut.

Related posts

Leave a Comment